Aspek Globalisasi Dibidang Hukum Forex
1. Globalisasi Informática de Komunikasi: Informática de komunikasi yang didukung tekhnologi canggih semakin efisien dan efektif. Contoh. Telepon, Radio, Televisi, Internet dapat mengatasi jarak jauh menjadi dekat, dapat digunakan berkomunikasi antar warga suatu negara dengan warga negara lain yang saling berjauhan. Barang yang ditawarkan lewat televisi dan koran lebih mudah dikenal konsumen. Industri wisata suatu negara ditawarkan lewat media massa sehingga meningkatkan arus wisatawan, pernyataan seseorang dengan cepat dapat disiarkan lewat rádio, TV. Koran dan internet. Pada hakikatnya teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Bisa dibilang bahwa globalisasi membawa perspektif baru tentang konsep Dunia Tanpa Batas yang saat ini menjadi realita dan sangat mempengaruhi perkembangan budaya dan membawa perubahan baru. Salah satu contoh globalisasi saat ini adalah globalisasi di bidang komunikasi, misalnya penggunaan handphone (HP). Rata-rata orang pada zaman sekarang dari usia kanak-kanak sampai kakeknenek sudah memanfaatkan handphone sebagai alat komunikasi yang praktis dan canggih. Padahal dahulu di tahun 90an sebelum ada handphone, komunikasi antara satu orang dengan orang yang lainnya sangatlah sulit, misalnya orang tua sulit menghubungi anaknya ketika anak tersebut sedang jauh atau dalam perantauan. Untuk mengetahui kabar masing-masing maka orang tua atau anak harus saling mengirim surat yang membutuhkan waktu lama. Akan tetapi sekarang dengan adanya handphone walaupun keberadaan antara orang yang satu dengan orang yang lainnya sangat jauh (antar negara sekalipun) mereka dapat berkomunikasi satu sama lain secara langsung tanpa harus tatap muka. Tetapi dengan adanya handphone juga dapat mengakibatkan kesenjangan sosial antar umat manusia. Kemajuan teknologi di bidang alat komunikasi berupa handphone dapat memudahkan kita dalam berkomunikasi jarak jauh, selain itu kita juga dapat dengan mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan dengan adanya fasilitas internet pada handphone. 2. Globalisasi Ekonomi: Globalisasi ekonomi merupakan pengintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa kedalam sistem ekonomi global baik yang menyangkut pasokan, permintaan transportasii, tenaga kerja, bahan mentah, distribusi serta pemasaran. Globalisasi ekonomi menghendaki persaingan bebas melalui mekanisme passando sehingga mekainisme passar itulah yang menentukan apakah produk dari sebuah negara dapat bersaing atau tidak. Pola ekonomi global inilah yang memunculkan neoliberalisme. Pasar dikuasai negara maju dan negara miskin semakin terpinggirkan sehingga menimbulkan kesenjangan ekonomi. Oleh karena itu globalisasi ekonomi jauh dari keadilan sosial, serta jauh dari kesejahteraan rakyat baik secara nasional maupun internasional. Dalam bidang ekonomi, globalisasi di tandai dengan lahirnya negara-negara industri raksasa serta korporasi perdagangan raksasa. Akibat proses globalisasi memunculkan gejala-gejala global, antara lain sebagai berikut. 1. Diadakan desentralisasi produk yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. 2. Lahirnya passar global. 3. Keuangan global. 4. Dalam mencapai efesiensi dan produktivitas, dikembangkan desentralisasi manejerial. 5. Dalam hal ketatanegaraan, terdapat kecenderungan untuk merekrut tenaga kerja yang fleksibel. 6. Pemanfaatan sumber daya manusia atau pekerja. Bidang ekonomi merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, di mana Negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial Negara. Wujud nyata globalisasi bidang ekonomi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terjadi ke dalam lima aspek. Ke lima aspek tersebut memuat hal-hal yang terdapat di bawah ini. 183 Aspek produksi. Yaitu suatu perusahaan dapat berproduksi di berbagai Negara, dengan sasaran agar biaya produksi menjadi lebih rentah. Hal ini dilakukan baik karena upah buruh yang rendah, preço bea masuk yang murah, infrastruktur yang memadai ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam ini menjadi lokasi manufaktur global. 183 Aspek pembiayaan. Yaitu suatu perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi di semua Negara dan dunia. 183 Aspek tenaga kerja. Yaitu suatu perusahaan global mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasional atau buruh yang di peroleh dari Negara berkembang. Dengan globalisasi. Movimento humano akan semakin mudah. 183 Aspek jaringan informasi. Yaitu masyarakat suatu Negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari Negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui televisi, rádio, mídia cetak dan lain-lain. Jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai dunia. 183 Aspek perdagangan. Terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarifário serta penghapusan berbagai hambatan não-tarifário. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin ketat, bahkan transaksi menjadi semakin cepat karena menos documentos documento dalam perdagangan, menggunakan jaringan teknologi telekomunikasi yang semakin canggih. 3. Globalisasi Hukum: Globalisasi adalah mengaburkan batas-batas kenegaraan dibidang hukum sehingga tidak ada lagi negara yang dapat mengklaim bahwa ia menganut sistem hukum nasional secara absolut. Kini telah terjadi saling mempengaruhi antar sistem hukum, termasuk Indonésia. Fakta ini tampak dari adanya aspirasi masyarakat yang menghendaki adanya perubahan dan keadilan. Contoh Adanya kecenderungan perubahan dalam bidang hukum sebagai dampak globalisasi adalah diratifikasinya beberapa konvensi internasional. Hal ini membuka pintu pengawasan pelaksanaan hokum oleh lembaga-lembaga internasional dan masyarakat dunia. 4. Globalisasi Politik: Globalisasi politik menyangkut isu demokratisasi dan hak asasi manusia. Kesadaran warganegara diberbagai belahan dunia untuk berartisipasi di bidang politik semakin meningkat, demikian halnya dengan HAM yaitu kemampuan dan kesadaran untuk menghargai HAM dan menegakkannya semakin tumbuh dimana-mana. Globalisasi politik atau global politik adalah pergulatan global dalam mewujudkan kepentingan para aktor yang menjalankannya. Dalam proses ini negara mengalami berbagai masalah yang tidak bisa teratasi dengan kekuatan sendiri. Globalisasi telah menciptakan berbagai masalah dan kepentingan yang sifatnya global, intrastate, atau bahkan suprastate. Ada banyak aktor yang bermain dalam globalisasi politik. 1) Negara-negara yang dipetakan secara dikotomis (pembagian atas dua kelompok yang bertentangan). Misal: negara besar dan kecil, 2) Organisasi-organisasi antarpemerintah (IGO atau Organizações Intergovernamentais). Misalnya, ASEAN, NATO, e Comunidade Européia. 3) Perusahaan internasional yang dikenal dengan Corporações Multinacionais (MNC) atau Corporações Transnacionais atau Global Firms. 4) Organisasi internasional atau transnasional yang nonpemerintah (INGO, Organizações Internacionais Não Governamentais). Misalnya, Palang Merah Internasional, Associação dos Trabalhadores (International Socialista), e a Liga Internacional das Mulheres pela Paz e pela Liberdade. 5) Organisasi-organisasi nonformal, rahasia, dan setengah rahasia. Misalnya, mafia, teroris, pembajak, penyelundup, preman global, tentara bayaran, hacker dan. Komputer.1. Latar Belakang Di dalam pengaruh globalisasi di bidang ekonomi banyak organisasi-organisasi internacional yang bermunculan untuk mengatu ekonomi internasional dan menguasai perusahaan-perusahaan yang ada di seluruh dunia ini. Kebudayaan merupakan suatu identitas dari sebuah Negara. Kebudayaan merupakan sebuah hasil dari karya, cipta, dan rasa, untuk menciptakan hasil karya ini membutuhkan beberapa proses, dan mencakup ruang dan waktu. Kebudayaan tercipta melalui proses dari beberapa kebiasaan-kebiasaan tertentu yang nantinya akan terjadi turun-temurun. Berbicara mengenai kebudayaan, kebudayaan ini tidak bisa terlepas dari masyarakat, karena masyarakat menjadi objek dari adanya kebudayaan. Sehingga ketahanan suatu Budaya Bangsa itu bergantung pada objeknya yaitu masyarakat itu sendiri yang menentukan. Kebudayaan lokal seperti kesenian, bahasa, adapte-se à istiadat tiap-tiap daerah yang berbeda - beda merupakan suatu pemicu untuk memperkokoh kebudayaan bangsa. Karena dewasa ini kebudayaan Bangsa Indonésia seakan goyah dan kurang terjaga, sehingga beberapa dari kebudayaan bangsa diklaim menjadi milik Negara lain. Dengan adanya hal ini, kesadaran akan mempertahankan kebudayaan baru terpikir oleh bangsa. Hal ini membuktikan bahwa ketahanan suatu Budaya Bangsa ada ditangan bangsa itu sendiri. 2. Rumusan Masalah 1. Apa Pengertian Globalisasi de Pertahanan Keamanan Nasional RI 2. Bagaimana Aspek-aspek yang Mempengaruhi Pertahanan Keamanan Nasional Terhadap Globalisasi RI 3. Apa saja Ciri-ciri adanya Fenomena Globalisasi. 4. Bagaimana Faktor-faktor Terjadinya Globalisasi. 5. Bagaimana Dampak Globalisasi Terhadap Pertahanan Keamanan Nasional RI. 6. Apa saja Tantangan Globalisasi Terhadap Pertahanan Keamanan Nasional RI. 3. Tujuan Penulisan 1. Mengetahui Pengertian Globalisasi de Pertahanan Keamanan Nasional RI 2. Menyebutkan Aspek-aspek yang Mempengaruhi Pertahanan Keamanan Nasional RI Terhadap Globalisasi 3. Menyebutkan Ciri-ciri adanya Fenomena Globalisasi 4. Menjelaskan Faktor-faktor Terjadinya Globalisasi 5. Menjelaskan Dampak Globalisasi Terhadap Pertahanan Keamanan RI 6. Menjelaskan Tantangan Globalisasi Terhadap Pertahanan Keamanan Nasional RI 1. Pengertian Globalisasi dan Pertahanan K eamanan Nasional RI Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manuscrito di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan , Budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi biasa. Globalisasi memang memiliki sifat mengancam yang menakutkan. Dua kali perang dunia pada abad lalu dipicu oleh persaingan global untuk memperebutkan sumber daya ekonomi. Contoh paling mutakhir: pendudukan Amerika Serikat atas Irak yang telah berlangsung 4 tahun juga menunjukkan hal yang sama meskipun dibungkus dengan berbagai argumen. Pengaruh como dapat dianalogikan sebagai vírus yang menakutkan, namun selama ketahanan nasional sebagai sistem kekebalan tubuh cukup kuat, vírus tersebut seharusnya tidak menjadi kekuatan yang mengancam. Polemik dan retorika tidak membantu menciptakan daya saing yang diperlukan untuk terwujudnya Kebangkitan Nasional. Ketahanan nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa, yang berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan, baik dari luar negeri maupun dalam negeri, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, Kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan dalam mengejartujuan nasional Indonésia (Suradinata, 2005: 47). Beberapa bentuk ancaman tersebut menurut doktrin hankamnas (catur dharma eka karma) meliputi: 1. Ancaman di Dalam Negeri Interno kebangsaan, ancaman dalam negeri menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonésia dalam mengukuhkan ketahanan nasional bangsa Indonésia dalam berbagai kondisi ancaman yang berasal dari dalam negeri. Ancaman ini bisa berupa pemberontakan, subversi, kudeta, atau apa pun namanya yang berasal atau terbentuk dari masyarakat Indonésia. 2. Ancaman dari luar Dalam bentuk fisiknya, ancaman seperti ini dapat kita jumpai dalam beberapa istilah di bawah ini yang sangat akrab di telinga kita, antara lain: infiltrasi, subversi dan intervensi dari kekuatan kolonialisme e imperialismo serta invasivo dari darat, udara dan laut oleh Musuh dari luar negri. Namun, dalam bentuk non-fisiknya ancaman seperti ini jauh lebih berbahaya dari sekedar perang fisik. Ia bisa berwujusd perang pemikiran, propaganda global, pelemehan sistem 8211 sistem kehidupan yang bersentuhan dengan sensitifitas agama, ras, budaya, dll. Hal ini jika tidak disadari dan dibiarkan berlarut 8211 larut akan memicu kemerosotan suatu bangsa. Dimulai dsari kemerosotan finansial, hingga kemerosotan moral. Akhirnya, jatah sebuah peradaban tersebut untuk tetap eksis dalam kancah dunia tinggal menghitung hari saja. 2. Aspek-aspek yang Mempengaruhi Pertahanan Keamanan Nasional RI Terhadap Globalisasi Saat ini, bangsa Indonésia masih berada dalam perkembangan ekonomi yang sampai sekarang belum pulih dari krisis. Dan negara ini akan goyah lagi apabila dihantam oleh globalisasi jika kemampuan, produktivitas masyarakat tidak ditingkatkan sesuai dengan kemampuan bangsa lain, sehingga bisa bersaing di dalam pasar globalisasi. Sebagai upaya untuk mengatasi tantangan masa depan bangsa ini maka kita sebagai bangsa yang besar memerlukan pemimpin yang memiliki wawasan ketahanan yang luas. Karena era globaslisai akan mempengaruhi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Aspek pertama, sosial-politik yang juga akan terpengaruh globalisasi. Keadaan sosial politik bangsa akan berpengaruh ataupun dipengaruhi oleh dunia luar dan bisa merubah paham dan asas yang sudah dianut. Ini akan melemahkan Ketahanan Nasional Indonésia dan menurukan wibawa bangsa di mata bangsa lain. Aspek kedua, dalam kehidupan tatanan nasional akan dipengaruhi secara langsung juga dengan globalisasi. Untuk itu diperlukan kebijakan-kebijakan dari pemerintah hasil pemilu presiden 2004 untuk dapat mengatasinya. Aspek ketiga, apabila kebijakan-kebijakan pemerintah salah maka globalisasi akan memperlemah Ketahanan Nasional. Pemerintah diharuskan mengambil langkah dan kebijakan untuk mengaantisipasi gelombang globalisasi di masa mendatang. 3. Ciri-ciri adanya Fenomena Globalisasi Beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi didunia diantaranya sebagai berikut. uma. Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semicam turis memungkinkan kita merasakan banyak hal de budaya yang berbeda. B. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan dan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multi internasional, dominasi organisasi semacam Organização Mundial do Comércio. C. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, filme, musik, dan transmisi berita dan olahraga internacional). Saat ini, kita dapat mengkonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang meintas beraneka raga budaya, misalnya dalam bidang fasion, literatur, dan makanan. D. Meningkatkan masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional, dan lain-lain. Globalisasi terjadi melalui berbagai saluran, di antaranya: a. Lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan b. Lembaga keagamaan c. Indutri internasional dan lembaga perdagangan d. Wisata mancanegara e. Saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional f. Lembaga internasional yang mengatur peraturan internasional dan g. Lembaga kenegaraan seperti hubungan diplomatik dan konsuler. 4. Faktor-faktor Terjadinya Globalisasi 1) Kemajuan IPTEK terutama dalam bidang informasi e inovasi-inovasi baru di dalam teknologi yang mempermudah kehidupan manusia. 2) Perdagangan bebas yang ditunjang oleh kemajuan IPTEK. 3) Kerjasama regional dan internasional yang telah menyatukan kehidupan berusaha dari bangsa-bangsa tanpa mengenal batas negara. Meningkatnya kesadaran terhadap hak-hak asasi manusta serta kewajiban manuscrito di dalam kehidupan bersama, dan sejalan dengan itu semakin meningkatnya kesadaran bersama dalam alam demokrasi. (H. A.R. Tilaar, 1997). 5. Dampak Globalisasi Terhadap Pertahanan Keamanan Nasional RI Kekuatan globalisasi menurut analisis para ahli pada umumnya bertumpu kepada 4 kekuatan global, yaitu dampak globalisasi terbagi 2 yaitu: 1. Dampak Positif 2. dampak negatif 1) Dampak Positif Globalisasi a. Globalisasi Ekonomi Terbukanya passa internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasal bangsa. B. Globalisasi Sosial Budaya Dalam globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa. 2) Dampak Negatif Globalisasi a. Ideologi Bangsa Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonésia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang b. Aspek Ekonomi Dalam aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonésia. 6.Dampak Globalisasi terhadap Kehidupan Bangsa RI Dari aspek ideologi, Pancasila yang merupakan 8220way da vida8221 bangsa Indonésia saat ini menghadapi tantangan serius, bukan saja orang enggan bicara tentang Pancasila, tetapi justru nilai-nilai yang terkandung didalamnya nyaris tidak lagi dihayati dan diamalkan. Mungkin hal ini adalah akibat dan sikap traumatis dari pengalaman masa lalu, atau dapat pula karena terlahir generasi baru yang telah menganggap bahwa Pancasila sudah tidak bermakna lagi. Distorsi pemahaman dan implementasi yang terjadi saat ini, dapat kita amati fenomenanya antara lain. Terjadinya kemerosotan (dekadensi) moral, watak, mental dan perilaku etika hidup bermasyarakat dan berbangsa terutama pada generasi muda. Gaya hidup yang Hedonistik, materialistik konsumtif dan cenderung melahirkan sifat ketamakan atau keserakahan, serta mengarah pada sifat dan sikap individualistik. Timbulnya gejala politik yang berorientasi kepada kekuatan, kekuasaan dan kekerasan, sehingga hukum sulit ditegakkan. Persepsi yang dangkal, wawasan yang sempit, beda pendapat yang berujung bermusuhan, anti terhadap kritik serta sulit menerima perubahan yang pada akhirnya cenderung anarkhis. Birokrasi pemerintahan terlihat semakin arogan berlebihan, cenderung KKN dan sukar menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat. Pemberan-tasan korupsi yang berakar pada birokrasi ini yang terasakan amat sulit karena telah membudaya. Indonésia beberapa kali pernah menelurkan gagasan-gagasan besar sebagai jawaban atas tantangan globalisasi. Indonésia merupakan negara pertama yang memproklamasikan kemerdekaannya setelah Perang Dunia kedua berakhir dan merupakan penggagas berdirinya Gerakan Non Blok pada masa perang dingin. Indonésia juga merupakan penggagas sistem bagi hasil dalam industri minyak dan gás sebagai alternativo terhadap sistem konsesi yang dianggap sebagai bentuk kolonialisme baru. Kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam implementasi gagasan-gagasan besar tersebut seharusnya dapat menjadi pemacu semangat dalam melakukan perencanaan strategi dan konsolidasi yang lebih baik dalam peningkatan kemampuan untuk menghadapi tantangan globalisasi. Dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam. 7. Tantangan Globalisasi Terhadap Pertahanan Keamanan Nasional RI 1. Konsepsi Ketahanan Nasional. Konsepsi pengembangan kekuatan nasal melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh. 2. Ekonomi kerakyatan harus menghindari sistem monopoli ekonomi. Sehingga terciptanya system ekonomi yang bebas dan tidak di monopoli oleh pihak-pihak tertentu. 3. Kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarkat Indonésia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, maju, danôhtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan Kebudayaan nasional. 8. Aspek-aspek dalam Pertahanan Keamanan Nasional RI dalam Mengatasi Globalisasi 1. Aspek-aspek yang dikedepankan dalam ketahanan nasional dalam ini meliputi: a. Kemampuan dan kekuatan untuk mempertahankan kelangsungan hidup (sobrevivência, identitas dan integritas bangsa dan negara), b. Kemampuan dan kekuatan untuk mengembangkan kehidupan bernegara dan berbangsa dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. C. Berpedoman pada wawasan nasal Wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonésia terhadap diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Wawasan nusantara juga merupakan sumber utama dan landasan yang kuat dalam menyelenggarakan kehidupan nascional sehingga wawasan nusantara dapat disebut sebagai wawasan nasional dan merupakan landasan ketahanan nasional . Ketahanan nasional memiliki beberapa sifat yang melandasinya untuk tetap memberikan kontribusi konstruktif bagi Indonésia. Sifat-sifat tersebut antara lain thirdmin a partir de beberapa hal di bawah ini, antara lain: a. Mandiri, artinya ketahanan nasal bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas, integritas e dan kepribadian bangsa. B. Dinamis, artinya ketahanan nasional tidaklah tetap, melainkan dapat meningkat ataupun menurun bergantung pada situaçao dan kondisi bangsa dan negara, serta kondisi lingkungan strategisnya. C. Manunggal, artinya ketahanan nasal memiliki sifat integratif yang diartikan terwujudnya kesatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras de antara seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara d. Wibawa, artinya ketahanan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat manunggal dapat mewujudkan kewibawaan nasional yang akan diperhitungkan oleh pihak lain sehingga dapat menjadi daya tangkal suatu negara. E. Konsultasi dan kerjasama, artinya ketahanan nasional Indoneisa tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih pada sifat konsultatif dan kerja sama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa. 2. Esensi Nasionalisme Indonésia yang harus Dipertahankan Sesungguhnya nilai-nilai nasionalisme (faham tentang kebangsaan) itu bersumber dari sosio-cultural bangsa dan bumi Indonésia. Sekalipun akan mengalami interaksi dengan dunia luar dalam era globalisasi, tetapi hakekatnya tidak boleh berubah. Seperti halnya nilai-nilai Pancasila sebagai esensi pertama, secara intrinsik tidak akan berubah, apalagi hal itu memiliki nilai-nilai mendasar dan sebagai 8220way da vida8221 bangsa Indonésia, serta sebagai dasar Negara Republik Indonésia akan tetap dapat dipertahankan. Sekalipun saat ini mengalami pasang surut dan mungkin sedikit 8220memudar8221 sifatnya tentu sementara. Esensi kedua adalah UUD8217 45 sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonésia, akan tetap menjadi kaidah utama. Kita sadari dan di implementasi-kan bahwa untuk menata negara dan masyarakat diperlukan berbagai undang-undang dan peraturan yang tentunya harus bersumber pada Undang-Undang Dasar ini. Faham kebangsaan kita menyadari dengan sepenuhnya, bahwa semua tata kehidupan bangsa, harus telah tertuang dan teratur didalam pasal-pasal Undang-Undang Dasar tersebut. Hal ini sekaligus merupakan komitmen kita bersama dalam mendirikan Negara Republik Indonésia. Esensi ketiga adalah Rasa cinta tanah air dan rela berkorban. Sebagai bangsa yang merdeka karena perjuangan melawan penjajah dan telah mengorbankan jiwa raga beribu-ribu pahlawan bangsa, maka rasa kebangsaan kita harus dilandasi oleh tekad dan semangat terus berupaya mencintai tanah ar Indonésia dengan segala isi yang terkandung didalamnya sepanjang masa. Karena hanya dengan rasa cinta tanah ar, bangsa ini akan tetap utuh dan akan rela berkorban pula bagi kejayaan bangsa dan Negaranya. Sekalipun 8220hujan emas8221 di negeri orang tentu tidak seindah hidup di negeri sendiri, walaupun serba menghadapi kesulitan dan kemiskinan. Esensi keempat adalah rasa persatuan dan kesatuan bangsa didalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonésia. Hal ini yang sekarang terkoyak-koyak dan nyaris menghadapi disintegrasi. Pengaruh globalisasi sangat besar, eforia-reformasi, telah membuat bangsa Indonésia hampir-hampir kehilangan arah dan tujuan. Ide sparatisme dan upaya-upaya memisahkan diri dari NKRI oleh beberapa daerah, adalah contoh nyata yang perlu kita cegah. Kalau ide tersebut dibiarkan berkembang maka Negara Kesatuan Republik Indonésia mengalami ancaman yang serius. Sudah tentu hal tersebut mengingkari akar nilai-nilai persatuan dan kesatuan, yang telah dirintis oleh para pendahulu Republik ini. Esensi kelima tentang wawasan kebangsaan yang bersumber dari wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional hendaknya terus dapat melekat pada hati dan dihayati sepenuhnya oleh warga Negara Indonésia, sehingga tertanam pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang sarwa Nusantara, Merangkul semua kepentingan de mengarahkan pada cita-cita Dan tujuan pembangunan Nasional. Yang keenam adalah disiplin nasional. Bangsa yang ingin maju dan mandiri harus memiliki disiplin nasional yang tinggi. Nasionalisme berakar pula pada budaya disiplin bangsa tersebut. Justru antara disiplin nasional dan nasionalisme, merupakan dua sisi mata uang yang saling berpengaruh. Makna dan esensi disiplin nasal akan terlihat pada disiplin para penyelenggara Negara, tertib dan lancarnya pelayanan masyarakat, serta dalam berbagai kehidupan sehari-hari. 3. Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme Langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai - nilai nasionalisme antara lain yaitu. 1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri. 2. Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik - baiknya. 3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik - baiknya. 4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar - benarnya dan seadil-adilnya. 5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa. 9. Dampak Globalisasi terhadap Kehidupan Bangsa Indonésia Dari aspek ideologi, Pancasila yang merupakan 8220way da vida8221 bangsa Indonésia saat ini menghadapi tantangan serius, bukan saja orang enggan bicara tentang Pancasila, tetapi justru nilai-nilai yang terkandung didalamnya nyaris tidak lagi dihayati dan diamalkan. Mungkin hal ini adalah akibat dan sikap traumatis dari pengalaman masa lalu, atau dapat pula karena terlahir generasi baru yang telah menganggap bahwa Pancasila sudah tidak bermakna lagi. Distorsi pemahaman dan implementasi yang terjadi saat ini, dapat kita amati fenomenanya antara lain. O Terjadinya kemerosotan (dekadensi) moral, watak, mental dan perilaku etika hidup bermasyarakat dan berbangsa terutama pada generasi muda. O Gaya hidup yang Hedonistik, materialistik konsumtif dan cenderung melahirkan sifat ketamakan atau keserakahan, serta mengarah pada sifat dan sikap individualistik. O Timbulnya gejala politik yang berorientasi kepada kekuatan, kekuasaan dan kekerasan, sehingga hukum sulit ditegakkan. O Persepsi yang dangkal, wawasan yang sempit, beda pendapat yang berujung bermusuhan, anti terhadap kritik serta sulit menerima perubahan yang pada akhirnya cenderung anarkhis. O Birokrasi pemerintahan terlihat semakin arogan berlebihan, cenderung KKN dan sukar menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat. Pemberan-tasan korupsi yang berakar pada birokrasi ini yang terasakan amat sulit karena telah membudaya. Indonésia beberapa kali pernah menelurkan gagasan-gagasan besar sebagai jawaban atas tantangan globalisasi. Indonésia merupakan negara pertama yang memproklamasikan kemerdekaannya setelah Perang Dunia kedua berakhir dan merupakan penggagas berdirinya Gerakan Non Blok pada masa perang dingin. Indonésia juga merupakan penggagas sistem bagi hasil dalam industri minyak dan gás sebagai alternativo terhadap sistem konsesi yang dianggap sebagai bentuk kolonialisme baru. Kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam implementasi gagasan-gagasan besar tersebut seharusnya dapat menjadi pemacu semangat dalam melakukan perencanaan strategi dan konsolidasi yang lebih baik dalam peningkatan kemampuan untuk menghadapi tantangan globalisasi. Dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam. 10. Tantangan Globalisasi terhadap Pertahanan Keamanan Nasional RI 1. Konsepsi Ketahanan Nasional. Konsepsi pengembangan kekuatan nasal melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh. 2. Ekonomi kerakyatan harus menghindari system monopoli ekonomi. Sehingga terciptanya sistem ekonomi yang bebas dan tidak di monopoli oleh pihak-pihak tertentu. 3. Kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarkat Indonésia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah ar, maju, danôhtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi. Nasionalisme bangsa Indonésia belum memudar, sekalipun saat ini didera oleh pengaruh globalisasi dan liberalisasi serta proses demokratisasi. Tantangan baru ini harus dihadapi dengan serius dan optimisme, bilamana tidak di pupuk kembali dan tidak mendapat dorongan semangat baru oleh para pemimpin bangsa ini, maka tidak mustahil faham tentang kebangsaan ini akan tersapu oleh peradaban baru yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur sosio-kultural bangsa kita. Adapun kesimpulan yang dapat kita ambil dari pembahasan ini antara lain adalah: 1. Pengembangan illmu pengetahuan dan teknologi dalam ilmu komunikasi dapat meningkatkan ketahanan nasional, yang dengan adanya komunikasi semua informasi yang ada diseluruh nasional agar dapat menciptakan keharmonisan dan keselarasan dalam berbangsa dan bernegara. 2. Dalam era globalisasi ini dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga dapat menyebabkan persoalan-persoalan mendasar yaitu 8220apakah kita bisa menyaring informasi yang kita terima dari seluruh dunia8221. 3. Globalisasi, keterbukaan dan ketahanan informasi dapat menguji ketahanan nasional kita dalam upaya tetap mempertahankan jati diri dan kepribadian bangsa. Nah itu yang dapat saya bagikan. Semoga bermanfaat ya :D
Comments
Post a Comment